Hi friend |
Rabu, 19 Oktober 2011
Re: Your question.
Sabtu, 15 Oktober 2011
Re: Re: I figured I should share the wealth
hey! |
Sabtu, 08 Oktober 2011
Re: I am my own boss try it out for yourself...
Hey Friend. |
Senin, 27 Juli 2009
salam hangat
| dear Mami Bella.... perkenalakan nama saya tika saya skrg lagi kuliah di fak. psikologi univ. hang tuah surabaya sebelumnya maaf,, saya panggil mami bella yaa saya baca artikel mamai bella beberapa hari lalu di koran jawa pos, saya juga sudah baca blognya mama bella. saya sejarang sedang menulis tentang drag queen dan transgender untuk ujian akhir salah satu mata kuliah saya. sebelumnya saya sudah punya subyek wawancara, yaitu teman saya yg juga merupakan transgender dan pernah jadi drag queen, tp blm sempat sy wawancara dianya sudah keburu pindah ke Jakarta. setelah sy bc artikel ttg mama bella sy jd terinspirasi untuk mewawancarai mama bella. saya ingin banyak belajar dan banyak tahu ttg mama bella sbg pelakon drag queen. Judul tugas akhir saya adalah "kehidupan sosial pelakon drag queen" sekiranya mama bella bersedia tolong segera merespon email saya. terimakasih sebelumnya.. saya akan sangat senang jika bisa berinteraksi langsung dengan mama bella GBU.. |
Selasa, 17 Februari 2009
SATU CERITA EMPAT SKENARIO
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.
Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,"
kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,
"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama
(orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).
Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.
Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.
Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
"Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang."
Kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.
Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya.
Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut, biar bapak ambil di sana nanti ya."
Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.
Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?
Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang.
Kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
Sampai akhirnya kita tiba di rumah.
Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS: "Bapak / Ibu yang budiman, saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang.
Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.
Saya akan memberikan imbalan sepantasnya."
SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.
Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.
Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.
Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita,
dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Bagaimana kira-kira perasaan kita?
Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?
Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah
(yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).
MORAL
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?
Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.
Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih.
Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.
Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
Dia adalah orang pada skenario pertama.
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.
Manakah orang yang paling tidak baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu?
Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.
Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.
Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?
Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.
Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.
Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.
Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?
Sebaiknya tidak.
Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.
Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Rabu, 24 September 2008
HIDUP TAK BISA DIULANG
Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut.
Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman.
Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.
Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?" Ayahnya pulang ke rumah dan bunuh diri.
Renungkan cerita di atas!
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.
Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.
Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.
Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya. Waktu tidak dapat kembali....Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di Backward dan Forward.......HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....
Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.........yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI". Hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya.........
Minggu, 31 Agustus 2008
INFLASI DI ZIMBABWE
Ya, uang pecahan 500 juta dollar Zimbabwe yang baru saja dicetak pada Mei 2008 ini hanya bernilai sekitar 2 dollar Amerika atau hanya cukup untuk sekali makan saja.

Zimbabwe saat ini pemegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2,200,000 % (2,2 juta persen!), parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik tak heran jika karyawan toko-toko di zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga.
Pada tanggal 20 Juli 2008 ini bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Milyar Dollar, yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia.
Zimbabwe memang memegang banyak rekor dunia, tapi sayang semua rekor itu tidak ada yang membanggakan.
Karena apa? Inflasi besar besaran ( tahun ini +/- 2,2 juta % ) makanya ekonomi di sana kacau balau.
Kita lihat kehidupan mayarakat di sana:
Harga barang di pasar zimbabwe, harganya itu super wow.........!
Mau beli ayam, mesti bawa uang segepok dan pasti susah juga ngitungnya!

Kalo gajian, kamu mesti sewa becak buat mengangkut uang gajian!

Uang jajan untuk anak sekolah segini banyaknya!

Kalo gak mau bawa duit banyak2 ya harus dituker ke UD dollar, gini nih caranya:

Untung dech loe pade hidup di Indonesia, kalo loe hidup di sana, mau keluar kantor tuk makan siang loe kudu bawa uang segini:

Sabtu, 30 Agustus 2008
SEBERAPA BERAT BEBAN HIDUPMU
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit.
Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama,
tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus,lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkatberatnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan dibawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!
"Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita."
Jumat, 29 Agustus 2008
JIKA KAMU MENJADI AKU

Hi, I am a 29 year old father. Me and my wife have had a
wonderful life together. God blessed us with a child too..
Our daughter's name is Rachel, and she is 10 years old.
Not long ago the doctors detected brain cancer and in her little body.
There is only one way to save her...an operation.
Sadly, we don't have enough money to pay the price. AOL and ZDNET have agreed to help us. The only way they can help us is this way, I send this email to you and you send it to other people. AOL will track this email and count how many people get it.
Every person who opens this email and sends it to at least 3 people will give us 32 cents.
Kesimpulannya, kita masih mending dilahirkan jadi PLU daripada doi, karena PLU masih diberi kesempatan untuk menjadi berguna bagi orang lain ..........so, mari kita menjadi PLU yang berguna buat orang lain, dan jangan lupa BERSYUKURLAH!
Selasa, 26 Agustus 2008
APA YANG MENJADI PRIORITAS HIDUPMU
Pagi tadi (pukul 10.00, tgl 17 Juli'08), saya & beberapa rekan kantor
melayat salah seorang sahabat kami yg bekerja sbg seorang Marketing di
bahan bantu produk kami. Namanya Pak Andre. Saya sebenarnya baru beberapa bulan ini mengenal dirinya. Tapi perkenalan kami cukup mendalam. Rasanya saya sudah mengenal dirinya bertahun-tahun. Kami sudah bisa langsung akrab & berkelakar bak sahabat lama.
Di rumah beliau yang cukup mewah di kawasan elit Cimahi, Jabar, kami
bertemu dengan istri beliau - masih sangat muda, belum sampai 40 tahun - & 2 anak mereka. Yang sulung baru juga kelas 1 SMA. Pak Andre sendiri baru berusia 42 tahun.
Dari cerita istrinya, kami baru mengetahui bahwa Pak Andre meninggal
kemarin sore, pukul 16.00. Saat itu dia melihat tali sepatunya lepas. Dia membungkuk untuk memperbaikinya. Tiba-tiba pandangannya kabur, & terjatuh.
Tidak lama, ketika ditolong teman-temannya, dia sudah meninggal. Sebegitu mudahnya dia meninggal.
Menengok masa lalunya - yang dituturkan oleh kakak beliau - Pak Andre
adalah pekerja yang sangat gigih & giat. Lokasi kerjanya yang jauh dari
rumah (di daerah Soreang, sekitar 1.5 jam dari rumahnya, kalau tidak
macet), mengharuskan dia berangkat sangat awal ke kantor. Walau jam
kantornya pukul 09.00, dia sudah harus berangkat dari rumah pukul 06.00
untuk menghindari kemacetan. Usai jam kerja pukul 17.00, dia masih rajin menyambangi kantor-kantor koleganya yg ada di arah pulang, menanyakan order. Sampai rumah, biasanya sudah pukul 21.00.
Beliau pun jarang olah raga, jarang bermain dengan keluarga, & jarang
beristirahat. Yang dia pikirkan adalah kerja & kerja, & bagaimana
membesarkan omzet. Bahkan di hari libur pun, beliau sering mampir ke
pabrik, memeriksa dan follow up order.
Makan tidak teratur & jarang minum, membuat beliau mengalami gangguan
ginjal, diabetes, & jantung. Tekanan darah pun tidak stabil karena beliau sering stres & kurang istirahat. Seminggu sebelum beliau meninggal, tubuhnya sudah sangat kelelahan. Istrinya meminta dia mengambil cuti 1 minggu. Tapi dia tidak mau. Yg dia pikirkan adalah omzet, omzet, & omzet. Kerja, kerja, & kerja. Pokoknya totalitas hidupnya untuk kerja & omzet.
Puncaknya adalah kemarin, tanggal 16 Juli, ketika tubuhnya sudah tidak
mampu lagi menahan beban berat, dia tersungkur saat akan membetulkan tali sepatu di depan kantornya.
Dia punya rumah mewah. Harta yang besar. Keluarga yang baik. Tapi semuanya tidak bisa ia nikmati karena dia telah menetapkan tujuan hidupnya : hidup adalah utk bekerja & mencari omzet. Lalu setelah semuanya didapat, buat apa? Kini dia tertidur kaku di liang lahat, meninggalkan kepedihan mendalam keluarganya, sahabatnya, & rekan2 sekerjanya. Tidak ada lagi yang bisa dia berikan selain kenangan.
RENUNGAN:
Apa prioritas hidupmu hari ini? Kerja & omzet? Jika itu sudah kau
dapat, lalu? Bagaimana jika di satu hari Tuhan dengan mudahnya mencabut
hidupmu. Apa tidak jadi sia-sia apa yang sudah kau raih?
Lihatlah bahwa ada hal lain yang jauh lebih berharga: keluargamu,
sahabatmu, & hidupmu sendiri. Engkau boleh mencintai pekerjaanmu, tapi
jangan biarkan pekerjaan menguasai dirimu.
Selama Tuhan memberimu kesempatan, luangkan waktu untuk lebih mencintai
keluarga & dirimu sendiri. Dan luangkanlah waktu untuk Tuhan. Karena
Dialah, kau ada. MEREKA jauh lebih berharga daripada emas dan perak di
muka bumi ini. Benar apa yang dikatakan sebuah lagu...."ku tak membawa
apapun juga saat ku datang ke dunia, ku tinggal semua pada akhirnya saatku kembali padaNya..."
Rabu, 20 Agustus 2008
JANGAN BIASAKAN BUANG MAKANAN
Kalo penasaran dan pengen tahu apa alasannya,silahkan cek gambar berikut ini:











Ternyata orang Indonesia biasa makan Nasi Aking alias Nasi Sisayang didaur ulang,makanya.......jangan sering sisain nasi waktu makan ya!
INDAH PADA WAKTUNYA
Here is a wonderful explanation...
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota .
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang
hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dgn telur mentah ?"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan.
Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktuNya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi.
Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.














